"KEKUATAN ISI BUKU & KEKUATANNYA DI
PASAR BUKU"
Oleh : Tri Prasetyo (TP) *
Sebuah buku dianggap “bagus”
oleh beberapa orang, tetapi tidak bisa diserap oleh pembaca secara maksimal. Sementara
buku lainnya dianggap “kurang bagus”, tetapi sangat laku dan selalu cetak ulang
berkali-kali. Inilah salah satu persoalan menarik dalam dunia perbukuan.
Persoalan kekuatan isi
buku dengan persoalan kekuatannya di pasar buku memang menjadi hal yang menarik
dan sering diperbincangkan dalam setiap diskusi buku yang melibatkan penerbit,
penulis, dan pembaca. Memang, bicara buku bagus tentu tidaklah lepas dari
kekuatan isi buku. Namun bicara buku laku tentu tidaklah lepas dari kekuatan
pasar pembaca yang menjadi targetnya. Hal ini sebenarnya memiliki ranah yang
agak berbeda. Untuk itu, dalam edisi
ke-4 ini, kami akan sedikit mengupas tentang kekuatan isi buku &
kekuatannya di pasar buku.
Kekuatan
Isi Buku
Kekuatan isi sebuah
buku sangat ditentukan oleh kompetensi si penulis dalam mentransformasikan
gagasan, ide, dan pemikirannya sesuai dengan bidang yang dikuasainya. Kompetensi
ini tentu tidaklah lepas dari skill,
pengalaman atau jam terbang, pendidikan, dan kemauan si penulis untuk terus
menggali kebutuhan pembaca secara cerdas dan menggali berbagai informasi sebagai
bahan komparasinya. Dan ini hanya ditentukan dari seberapa besar setiap penulis
mau untuk menfokuskan diri dan mau bersinggungan dengan pasar pembaca riil
secara lebih serius.
Kekuatan pendukung lain
dalam konteks isi buku ini juga ditentukan oleh kompetensi si editor (penerbit)
yang menggawangi buku tersebut sebelum sampai tangan pembaca. Hal ini menjadi
penting untuk mengarahkan dan mempertajam isi buku tersebut sesuai dengan
kebutuhan pasar pembaca yang dijadikan targetnya, sehingga komptensi editor
juga harus sesuai dengan bidang yang digarapnya.
Dalam konteks kekuatan
isi buku ini, kami lebih seringnya menyebutnya buku sebagai karya intelektual.
Kekuatan
Buku di Pasar Buku
Bicara buku laku, maka
tidak lepas dari konteks pasar buku. Sebab
tolak ukur buku dianggap laku adalah ukuran eksemplar serapan buku tersebut di
pasar (pembaca) dalam kurun waktu tertentu. Adapun beberapa hal yang sangat berperan
di dalamnya antara lain kekuatan konsep buku, jaringan distribusi, display di toko buku, promosi, serta kekuatan
jaringan penulis. Adapun penjabaran singkatnya adalah sebagai berikut:
A. Kekuatan Konsep Buku
Sebuah
buku yang lahir dari sebuah penerbit pastilah didasarkan pada sebuah konsep.
Konsep buku ini tentunya sudah memperhitungkan aspek profil costumer behavior-nya yang meliputi aspek demografi,
geografi, ekonomi, psikologi dan karakteristik pembacanya yang disasarnya.
Selain
itu konsep buku tidak lepas dari aspek kemasan sebuah buku, baik dari sisi
cover, layout, gaya bahasa, dan lain sebagainya.
Konsep
buku yang didasarkan pada profil costumer
behavior dan kemasannya ini menjadi salah satu faktor yang sangat
dipertimbangkan penerbit. Sehingga setiap buku yang terbit pasti sudah didasarkan
pada sebuah konsep yang matang dan analisa yang tajam atas kebutuhan pembaca
dan menempatkan buku tersebut di tengah buku-buku yang sudah ada di pasar.
B. Kekuatan Jaringan Distribusi dan Pemasaran
Sebuah
buku bisa sampai ke tangan pembaca secara nasional tidak serta merta bisa
terjadi tanpa adanya proses distribusi. Dalam hal ini, biasanya penerbit bekerjasama
dengan distributor buku. Distributor inilah yang kemudian menjalankan peran
distribusi dan pemasaraannya ke semua jaringan yang ada, baik toko buku dan non
toko buku. Merekalah yang langsung menjalin kerja sama dengan pihak-pihak
tersebut. Yang perlu diketahui, distributor ini juga memiliki karakteristik
yang berbeda satu sama lain. Baik dari sisi pola kerja sama, luasnya jangkauan
distribusi, kekuatan dalam penetrasi pasar, dan lain sebagainya. Sehingga
penentuan kerja sama dengan distributor ini juga menjadi hal yang sangat
dipertimbangankan penerbit dan perlu diketahui penulis.
C. Kekuatan Display di Toko Buku
Buku
yang konsepnya bagus namun tidak tertata dengan baik di toko buku juga
seringkali tidak bisa sampai ke tangan pembaca secara optimal. Sehingga, faktor
kekuatan distributor dalam proses display
buku-buku penerbit di setiap toko buku yang ada juga mengambil pernan yang
penting. Terlebih lagi, saluran yang
paling efektif untuk buku-buku penerbit dalam sekup nasional saat ini adalah
toko buku.
D. Kekuatan Promosi
Promosi
sebuah buku juga menjadi salah satu faktor yang menentukan dalam pasar buku.
Dalam hal ini, promosi tidaklah selalu identik dengan biaya mahal. Namun lebih
pada bagaimana si penerbit dengan mitra distributor dan toko buku ini bisa
saling bersinergi untuk mengoptimalkan kekuatannya masing-masing demi mendukung buku yang ada agar bisa lebih
dikenal oleh publik secara luas. Sosial media, media massa, media elektronik
dan lain sebagainya menjadi salah satu alat yang paling sering digunakan dalam
konteks promosi buku di samping promosi yang bersifat langsung.
Dalam
promosi, kekuatan jaringan penulis juga mengambil peran yang tidak kalah
penting. Sinergi kekuatan penerbit, distributor dan toko buku dengan jaringan
penulis ini juga menjadi strategi yang bisa dioptimalkan. Apakah ini berarti
penulis bisa maju ke penerbit dengan hanya menggandalkan banyaknya follower yang ada ? atau sebaliknya
penulis yang miskin follower dan
jaringan kemudian merasa minder dan tidak diperhitungkan penerbit? Tidak. Tolak
ukur utama tetap pada kekuatan naskah buku yang sesuai dengan kompetensi
penulis dan memang dibutuhkan pembaca yang menjadi target penerbit.
Jika melihat kekuatan
isi buku dan kekuatannya di pasar (pembaca) buku di atas, maka beberapa hal
yang harus dicermati penulis adalah sebagai berikut:
1. Penulis
haruslah kompeten dan fokus pada bidangnya. Sebab dari situlah yang menentukan
ketajaman ilmu dan pengetahuan yang ia miliki di bidang tersebut untuk kemudian
disesuaikan dengan kebutuhan pembacanya. Selain itu ia harus mampu mengkomunikasikannya
dengan baik dan kreatif dalam berbagai hal. Sebab kekuatan kreativitas inilah
yang sejatinya menjadi penentu kebertahanannya di tangan pasar (pembaca) buku.
2. Sebuah
buku yang lahir di pasar pembaca adalah hasil kerja sama sebuah team work yang tidak bisa dipisahkan
satu sama lain. Sehingga penulis pun harus cerdas dalam menentukan patner
penerbit yang ingin dijajakinya dengan kekuatan jaringan distribusi dan
pemasarannya. Sebab, jika sudah masuk ke ranah pasar buku nasional, maka
faktor-faktor di atas sangat mempengaruhinya.
Dari gambaran di atas,
yang menjadi penentu akhir sebuah buku dikatakan bagus ataupun laku adalah pasar
pembaca. Dan buku yang baik adalah buku yang benar-benar bisa menemukan
pembacanya secara tepat dan luas, serta bisa memenuhi kebutuhan informasi pembacanya secara akurat.
Salam Kreatif !
Tidak ada komentar:
Posting Komentar